Motif Batik Komar

0 Comments

Begitu memasuki gerbang Batik Komar, Anda akan serasa memasuki rumah paviliun Jawa. Merasa nyaman dan nyaman di sini. Ada keharuman istimewa yang menyebar dari rumah ini. Aroma hangat malam (lilin) ​​dipanaskan untuk membatik. Sejauh mata memandang, para perajin batik sibuk menjalankan tugasnya masing-masing, namun senyum ramah terus menebar saat kita pamit. Tabir surya berwarna putih menambah keindahan pemandangan.

Memahami Batik

Batik merupakan budaya asli Indonesia yang terus berkembang dalam rangkaian sejarahnya. Batik memiliki ragam hias yang beragam dan memiliki identitas yang berbeda-beda untuk setiap daerah di Indonesia. Batik merupakan produk budaya hasil kreativitas manusia, cita rasa dan inisiatif untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Batik yang awalnya merupakan estetika simbolik seperti pakaian dan aksesoris tradisional kini telah menjadi kebutuhan aksesoris interior bahkan produk komersial dalam bentuk dan fungsi yang lebih luas. Batik dalam budaya Indonesia mengandung nilai sejarah, ekonomi dan simbolik yang bermakna. Batik bukan sekedar proses pembuatan, ia merupakan hasil pemikiran nyata tentang kain dan media lain yang memiliki makna.

Batik Cirebon

Salah satunya adalah Batik Komar yang berasal dari Bandung dengan corak batik cirebonan Trusmi. Meski ciri-ciri tersebut tetap menjadi ciri khas Cirebon, namun motif batik Jawa Barat mulai berkembang, serta selalu memilih tema atau motif yang menentukan cenderung global, unik dan orisinal.

Motif global

Yang dimaksud dengan global di sini adalah membuat pola yang mempunyai tampilan dan nuansa yang lebih umum sehingga pengguna lebih mudah dikenali. “Dari segi corak batik masih banyak pengguna yang kesulitan mengenali setiap corak yang ditawarkan, sehingga sengaja Pak Komar membuat corak yang tampak mendunia agar pengguna tidak kesulitan mengenalinya, misalnya seperti model batik moluska, seri cangkang. dan kristal air yang pernah dipakai oleh presiden ke-6 adalah Bapak Susilo Bambang Yudoyono dan Ibu Ani Yudoyono.

Setiap motif memiliki arti

Batik Komar juga mengedepankan keunikan dari setiap motif yang dihasilkan. Artinya motif yang dipilih ada di lingkungan kita sehari-hari tetapi jarang digunakan oleh pengrajin lain untuk membuat motif batik, contoh kecilnya adalah unsur kristal air, walaupun kita berurusan dengan air setiap hari, banyak yang tidak menyadari bahwa air mengandung unsur kristal itu jika kita mengangkatnya menjadi corak batik akan terlihat sangat bagus. Motif batik Komar dibuat orisinal atau pernah dibuat oleh pengrajin batik lainnya.

Sejarah Batik Komar

Batik Komar awalnya didirikan di Rancakendal, Bandung. Didirikan pada tahun 1988 oleh Komarudin Kudiya dan Nuryanti Widya, menggabungkan batik untuk pariwisata dan batik untuk dijual. Saat berdiri di Bandung, awalnya hanya memiliki tiga pegawai. Sekarang ada 50 karyawan. Selain berbisnis di Bandung, pasangan Komarudin dan Nuryanti tetap menjalankan bisnis batiknya di Cirebon. Saat ini jumlah tenaga kerja di Cirebon sebanyak 250 orang. Di Bandung dan Cirebon, sebagian besar karyawan bertugas menyanyi atau melukis batik.

Komar awalnya menciptakan batik sebagai alat sampingan yang ia gunakan di waktu senggang sebagai juru tulis. Namun siapa sangka dari bisnis sampingan ini, kini Komar tidak hanya berhasil memproduksi berbagai macam corak batik modern, tetapi juga mulai menawarkan paket wisata batik edu bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang tertarik untuk mempelajari dunia batik. Program yang diluncurkan pada tahun 2006 tersebut cukup berhasil. Dalam sekali kunjungan, wisatawan yang mengikuti program Edu Wisata bisa mencapai puluhan hingga ratusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *